Kamis, 21 Juni 2012

BAHAN PEWARNA BATIK


BAHAN CAT WARNA NAPHTOL DAN GARAM
           Jenis cat warna napthol banyak sekali dipakai di dalam pembatikan. Penggunaannya yang mudah, cepat, dan praktis, serta daya tahannya yang cukup baik terhadap sinar matahari
Cat warna ini terdiri dari 2 bagian:
            1. Napthol yang selalu menggunakan kode huruf AS
            2. Garam ( diazo) disebut juga pembangkit warna.
CARA MENGGUNAKAN CAT WARNA NAPTHOL DAN GARAM
1. Bahan Pelengkap
Untuk melarutkan bnapthol dibutuhkan beberapa bahan pembantu, yang dikeluarkan pabrik. Untuk memudahkan agar serbuk bahan napthol mudah larut dalam air, sebelum dilarutkan dalam air dibuat pasta dulu dengan:
            a.  Turkish Red Oil (TRO)
            b. Loog 38● Be (Baume)
Yang disebut loog 38● Be ialah suatu larutan kustik soda (NaOH), yang mempunyai kepekatan sebanyak 441 gram yang dilarutkan dengan air sehingga menjadi larutan sebanyak 1 liter. Guna loog ialah untuk menyempurnakan larutnya cat warna Napthol ke dalan air panas.
2. Cara melarutkan cat warna Napthol dan Garam
Siapkan air mendidih dan tempat untuk melarutkan bahan cat warna Napthol. Timbanglah bahan cat warna Napthol menurut kebutuhan.
Contoh resep warna Napthol:
3 gram Napthol AS-D
6 cc TRO
6 cc loog 38● Be
Dilarutkan dengan air sebanyak i liter.
Urutan cara melarutkan
a. Taruhlah 3 gr Napthol AS-D ditambah 6 cc TRO dalam tempat melarutkan.
b. 3 gr serbuk Napthol AS-D ditambah 6 cc TRO diaduk sehingga menjadi pasta.
c. Pasta AS-D tersebut dilarutkan dengan air mendidih ( 100% C ) sebanyak kira-kira ¼ liter,
     diaduk supaya seluruh pasta tadi larut dalam air, dan terjadilah larutan yang keruh.
d. Larutan yang keruh dan masih panas tadi dengan cepat diberi 6 cc Loog 38● Be, sehingga   
    terjadi perubahan larutan yang keruh akan menjadi jernih.
e. Setelah larutan agak dingin ditambahkan air dingin sebanyak ¾ liter. Dengan demikian
     jumlah air seluruhnya menjadi 1 liter.
f. Larutan tersebut sudah siap digunakan untuk mencelup.
CARA MELARUTKAN GARAM
Perbandingan banyak antara napthol dengan garam sebaiknya minimum
1 : 2 maksimum 1 : 3. Dapat juga digunakan dari tiga kali perbandingannya. Mengingat harga
 cat mahal, maka dianjurkan maksimum 3 kali saja. Tetapi kurang dari 1 : 2 kemungkinan   
luntur.
3. Cara mencelup ke dalam larutan cat warna Napthol dan Garam untuk proses batik.
Sediakan 2 tempat untuk larutan napthol dan larutan garam. Besar kecilnya disesuaikan dengan batikan yang dicelup. Bahan yang akan diberi warna (batikan) yang banyak kanjinya, sebelum dicelup ke dalam larutan napthol, sebaiknya dicuci dulu agar kanjinya hilang dan warnanya supaya dapat rata.
            Pertama batikan  celup dalam larutan napthol kira-kira 3 – 5 menit dan ditekan-tekan sampai rata, tergantung besar kecilnya bahan yang akan dicelup. Terlalu lama dalam larutan napthol tidak dibenarkan , karena lilin bisa rusak dan karena larutan mengandung koustik soda bisa melunakkan lilin dan merusak kain.
            Batikan yang sudah dicelup dalam larutan napthol diangkat dan tiriskan sampai tidak ada tetesan air.
            Setelah tidak ada tetesan lagi batikan dicelupkan ke dalam larutan garam sambil ditekan-tekan sampai rata. Dalam larutan ini terjadi reaksi yang dapat menimbulkan warna pada bahan atau batikan.
            Setelah cukup warnanya, batikan diangkat / ditiriskan sampai tidak ada tetesan air. Setelah itu batikan dicuci dalam air bersih. Apabila warna yang timbul belum sesuai dengan keinginan pencelupan dapat dilkukan lagi diulang pada larutan napthol dan garam.



BAHAN CAT WARNA INDIGOSOL
Indigosol termasuk dalam golongan cat warna bejana yang larut dalam air. Cat warna ini banyak dipakai dalam pembatikan, baik dipakai  sebagai cat warna celupan atau cat warna coletan. Istilah coletan dalam pembatikan artinya memberi warna dengan alat kuas.
Bahan cat warna tersebut belum nampak warnanya, timbulnya warna direaksikan dengan larutan asam atau  oksidakan di bawah sinar matahari. Untuk warna kuning, hijau, coklat, abu-abu dan merah tidak perlu pemanasan langsung sinar matahari, tetapi langsung masuk dalam larutan asam sudah timbul warna. Tetapi untuk warna biru dan violet harus dioksidasikan di bawah langsung sinar matahari , baru timbul warna terus masukkan ke dalam larutan asam.
Pada umumnya cat warna indigosol mempunyai warna dasar warna muda, mengkilat dan daya tahannya baik terhadap sinar matahari dan gesekan.
A. CARA MENGGUNAKAN CAT WARNA INIGOSOL
1. Bahan Pelengkap
Untuk melarutkan cat warna indigosol dipelukan bahan pelengkap:
 Natrium Nitrit ( NaNo2)
Sebanyak 2 kali jumlah berat timbang cat warna indigosol. Caranya ditambahkan pada
waktu melarutkan indigosol.
Contoh resep:
3 gram indigosol
6 gram Natrium  Nitrit ( NaNo2 )
1 liter air
2. Cara melarutkan bahan cat warna indigosol
3 gram indigosol dilarutkan dengan sedikit air dingin. Kemudian tambahkan air panas
kira-kira 60C sebanyak ¼ liter. Ditambahkan kedalamnya 6 gram NaNo2, diaduk sampai
serbuk indigosol itu larut semua. Kemudian ditambahkan air dingin secukupnya sehingga
jumlah air seluruhnya menjadi 1 liter. Larutan tersbut siap dipakai dan titaruh pada
tempat yang teduh.


3. Cara mencelup ke dalam larutan indigosol
Bahan ( batikan ) yang sudah siap akan diberi warna, apabila banyak kanjinya sebaiknya dicuci. Kanji harus hilang sama sekali agar supaya tidak mengganggu cat warna yang masuk ke dalam benang. Pada waktu mencuci hendaknya hati-hati, agar bahan yang banyak menggunakan lilin batik atau malam tidak rusak. Apabila bahan tidak banyak kanjinya dapat  langsung dicelup. Waktu dicelup harus ditekan-tekan dan dibolak balik sampai rata. Lama pencelupan 5 menit.
Bahan yang dicelup terus diangkat dari larutan cat warna indigosol, ditunggu sampai larutan cat warna indigosol tidak menetes lagi. Dioksidasikan di bawah langsung sinar matahari , sehingga timbul warna ( terutama warna biru dan violet ). Untuk mendapatkan warna yang sama pada kedua belah muka, maka pemanasan juga harus pada kedua belah muka. Lama pemanasan kera-kira 5 – 10 menit. Pada waktu pemanasan diusahakan tidak terjadi bayangan pada permukaan bahan, agar tidak terjadi warna yang pucat pada bekas bayangan tersebut.
4. Pembangkit  warna
Untuk memperoleh warna diperlukan larutan asam. Bahan ( batikan ) yang telah dicelup dengan larutan cat warna indigosol dan telah  dioksidasikan timbul warnanya. Apabila langsung dipakai masih luntur, maka harus dibangkitkan dulu atau istilahnya dikancing warnanya oleh bahan pembantu.
Untuk cat warna indigosol sebagai bahan pembangkit ialah asam chlorida atau asam sulfat, sebanyak 10 cc untuk setiap 1 liter air dingin. Bahan ( batikan ) dicelup ke dalam larutan asam selama 3-5 menit, terus diangkat lekas-lekas dicuci air bersih, agar larutan asam yang masih melekat pada kainnya tidak merusak. Apabila warna yang dihasilkan kurang tua, pekerjaan mencelup tersebut dapat diulangi seperti di atas.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar